Pangling, Pedagang Cincau Haurwangi Menata Diri

CIANJUR, patas.id – Ada yang berbeda di perbatasan Cianjur-Bandung, yaitu berjajarnya payung-payung warna-warni di sepanjang Tugu Asma’ul H...

CIANJUR, patas.id – Ada yang berbeda di perbatasan Cianjur-Bandung, yaitu berjajarnya payung-payung warna-warni di sepanjang Tugu Asma’ul Husna atau di rest area Kecamatan Haurwangi.

Sejak sebulan terakhir, payung-payung ini meneduhi meja kursi dimana para pengemudi motor-mobil beristirahat sambil menikmati jajanan khas di wilayah tersebut, seperti cincau, rujak bebek, dan bakso.

Salah seorang pengunjung asal Cipanas, Jajang (32 tahun), mengaku berhenti di wilayah Haurwangi dalam perjalanan pulang dari Cimareme untuk membeli cincau, sementara
istrinya membeli bakso.

“Kami sering singgah di sini, sengaja beristirahat. Sudah langganan. Sejak suasana masih kumuh hingga sekarang ada payung dan kursi. Jika ditata seperti ini ternyata enak juga.”

Terkait keberadaan payung dan meja-kursi, Sodik (36 tahun), yang merupakan salah satu pendiri dan Dewan Pembina Perkumpulan Pedagang Citarum (PPC), mengungkapkan bahwa payung-payung itu sengaja dipasang untuk menghilangkan kesan kumuh yang selama ini disandang para PKL rest area Haurwangi.

“Perkumpulan yang menyediakan payung-payung untuk kemudian dikreditkan kepada para pedagang. Para pedagang cincau di sini kan sering dibubarkan, salah satu alasannya adalah lantaran kumuh. Mudah-mudahan dengan ini jadi terlihat lebih rapi,” harapnya.

Sebelum payung warna-warni dan meja-kursi, para PKL Haurwangi awalnya hanya menyediakan tikar dan terpal alakadarnya bagi para pengunjung yang ingin beristirahat dan menikmati jajanan. Sodik mengakui bahwa kondisi tersebut memang tak sedap dipandang mata. Tak heran jika tempat tersebut seringkali ditertibkan oleh Satpol PP Kabupaten Cianjur.

Tak cukup dengan melakukan penertiban, pihak Pemkab pun telah memasang rambu lalu-lintas yang melarang para pengemudi kendaraan untuk berhenti di wilayah tersebut.
Awalnya, rambu lalu lintas yang dipasang adalah larangan parkir. Namun, rambu lalu lintas kemudian dipertegas dengan larangan berhenti sama sekali.

Sodik mengakui bahwa larangan tersebut bukannya tak diketahui. Namun para pedagang masih terus melakukan kegiatan usaha di daerah tersebut karena alasan ekonomi.

“Gimana lagi, ini mah urusan perut, para pedagang kan punya anak-istri yang harus dinafkahi.”

Sodik justru merasa larangan tersebut ironis, karena keberadaan para pedagang cincau Haurwangi justru lebih dihargai dan diperhatikan oleh pemimpin daerah lain, seperti oleh Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta.

Menurut Sodik, dalam pembukaan Air Mancur Nusantara beberapa waktu lalu, misalnya, 20 pedagang cincau Haurwangi sengaja didatangkan ke Purwakarta untuk melayani pengunjung di event bergengsi Purwakarta tersebut.

Selain itu, Sodik berdalih bahwa para pedagang juga sudah ikut serta dalam menjaga kenyamanan dan kebersihan di wilayah rest area dan Tugu Asma’ul Husna dengan mendirikan WC umum yang sengaja disewa tak jauh dari lokasi.

“Kadang ada pengunjung yang kencing sembarangan, makanya PPC menyewa lahan seluas 100 meter di sekitar sini, membangun WC, biar pengunjung terfasilitasi dan wilayah ini tak bau.”

Berdasar pengamatan patas.id, wilayah Tugu Asma’ul Husna di Haurwangi banyak didatangi pengunjung yang sengaja berhenti untuk mengambil foto selfie, tanpa mengindahkan rambu larangan berhenti. Anak-anak muda juga banyak memarkirkan kendaraan dan berkumpul bersama teman-teman mereka di sana, baik siang maupun malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, para pedagang cincau di rest area Haurwangi telah menolak untuk direlokasi dengan alasan pembangunan belum selesai. Salah satu yang bersuara adalah Rusmiati (35 tahun), pedagang cincau, yang diwawancara patas.id sekitar akhir tahun lalu.

“‎Bukannya menolak kebijkan pemerintah, tapi harus sesuai dengan komitmen. Jangankan disuruh, kalau sudah ada kami akan masuk sendiri. Tapi buktinya belum ditata tapi sudah
ditertibkan. Masa kami tidak makan hingga pembangunan selesai?” ujarnya saat itu.

BACA: Protes Pedagang Cincau Haurwangi

BACA: Penataan Haurwangi Sebagai Pintu Masuk Percontohan Belum Rampung

Hal tersebut diiyakan oleh Sodik. Menurutnya, sekitar 40 pedagang yang tergabung dalam PPC akan terus berjualan di jalur utama perbatasan hingga pembangunan area relokasi
selesai. (edj)

The post Pangling, Pedagang Cincau Haurwangi Menata Diri appeared first on patas.id.



The post Pangling, Pedagang Cincau Haurwangi Menata Diri is republished from patas.id

COMMENTS

Nama

berita,1,hosting,1,kuliner,1,Patas.ID,711,patas.id | PATAS IDea Creative,160,promosi,1,server,1,wisata,1,
ltr
item
Blog patas id: Pangling, Pedagang Cincau Haurwangi Menata Diri
Pangling, Pedagang Cincau Haurwangi Menata Diri
http://ift.tt/2wL0yQ0
Blog patas id
http://blog.patas.id/2017/08/pangling-pedagang-cincau-haurwangi.html
http://blog.patas.id/
http://blog.patas.id/
http://blog.patas.id/2017/08/pangling-pedagang-cincau-haurwangi.html
true
6937857990846384581
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy