Sejarah Lampegan: Catatan Perjalanan Letnan HCC Clockener Brousson

PATAS.ID – Selusin tahun setelah Halte Lampegan diresmikan, sebuah catatan perjalanan yang dibuat oleh Letnan HCC Clockener Brousson menyeb...

PATAS.ID – Selusin tahun setelah Halte Lampegan diresmikan, sebuah catatan perjalanan yang dibuat oleh Letnan HCC Clockener Brousson menyebut nama Lampegan dalam artikel yang ditulisnya di  surat kabar Kleine Courant Edisi 3244, 19 Maret 1904.

Brousson adalah seorang perwira veteran Perang Aceh yang sangat tertarik pada jurnalisme. Selain pernah menjadi wartawan koran tentara Soldatenkrant yang terkenal di Batavia, Brousson juga adalah pemilik majalah Bandera Wolanda serta bekerja sama dalam bidang jurnalisme dengan tokoh-tokoh pers Indonesia seperti Abdul Rivai serta Tirto Adhi Suryo.

Dari catatan perjalanan tersebut bisa diketahui bahwa Brousson sengaja datang mengunjungi Cianjur untuk suatu keperluan dan duduk sebagai penumpang Kelas 1 bersama pegawai pemerintahan Hindia Belanda yang mengenalnya.

Selain dengan detail menuliskan pengalaman visualnya selama perjalanan, Brousson juga menyampaikan sebuah pengalaman lucu dalam perjalanan, data-data yang dibacanya dari The Encyclopaedic of Dutch Indie, serta melampirkan sebuah foto perkampungan yang dilaluinya.

Di bawah ini adalah tulisan Brousson dalam catatan perjalanan tersebut:*

“Kami telah melintasi perhentian kereta di Gandasolo dan Cirenghas. Di Gandasoli, kami meninggalkan datan Sukabumi dan memasuki wilayah Gunung Cimandiri. Di sebelah kiri, kami bisa melihat Gunung Kancana (1240 meter) dan di sebelah kanan kami melihat Gunung Melati (1205 meter).

“Kedua gunung tersebut terlarang untuk didaki karena kecuramannya, sementara air berkilauan di sungai-sungai yang mengalir ke arah barat menuju Wijnkoopsbaai (Palabuan Ratu, red) untuk kemudian menyatu dengan lautan di pesisir utara Pulau Jawa. Sungai-sungai inilah yang memisahkan Sukabumi dan Cianjur.

“Pada tahun In 1882, sebuah terowongan sepanjang 683 meter telah didirikan di lereng gunung. Saat kami melewatinya, pemandangan mendadak gelap dan beberapa penumpang yang ketakutan kemudian menyalakan lilin karena dengan begitu banyak dan bercampurnya penumpang dalam gerbong, kita tidak tahu siapa saja di sekeliling kita!

“Aku bertanya pada bocah perempuan kecil yang ada di dekatku: Takut apa? Tapi kata-kata penghiburanku rupanya justru membuat sang bocah tambah ketakutan, karena dengan memegang lilin menyala di tangan, bocah kecil itu malah berlari menjauh.

“Seorang pegawai pemerintahan Belanda kemudian dengan baik hati menjelaskan bahwa bocah perempuan berumur empat tahun itu rupanya tak memahami kata-kataku. Di wilayah Priangan ini, sangat sedikit orang yang memahami bahasa Melayu, terutama yang tak tinggal di daerah perkotaan.

“Saat kereta keluar dari terowongan, kaum perempuan bernafas lega karena bisa melihat cahaya matahari lagi.

“Kami tiba di Stasiun Lampegan dimana kereta Cianjur sudah nampak menunggu kami untuk melintasi wilayah di ketinggian 658 meter di atas permukaan laut. Kereta terasa menurun saat melaju menuju perhentian berikutnya, Halte Cibeber, yang wilayahnya berada di ketinggian 436 meter di atas permukaan laut.

“Pemandangan yang kulihat di sini selalu menawan hati. Pringan adalah sebuah wilayah yang benar-benar cantik. Di sebelah kiri, kami bisa melihat Gunung Gede (2962 meter) dan di sebelah kanan, kami melihat bukit-bukit hijau tak terhitung jumlahnya, yang membentang sejak pesisir selatan Jawa. 

“Kami berhenti di Cilaku dan Pasirhayam dimana serombongan besar penumpang Kelas 3 turun. Kebanyakan dari mereka adalah kuli dan orang-orang desa. Gerbong jadi kosong dan akhirnya kami meneruskan perjalanan hingga akhirnya tiba di tujuan akhir kami, yaitu Cianjur.  

“Setelah berjabat tangan dan mengucapkan selamat jalan dengan para pegawaai pemerintahan Batavia, kami turun di pelataran stasiun yang lumayan besar. (edj)

*) mohon maaf jika ada ketidakakuratan dalam penerjemahan catatan perjalanan Brousson.

The post Sejarah Lampegan: Catatan Perjalanan Letnan HCC Clockener Brousson appeared first on patas.id | PATAS IDea Creative.



The post Sejarah Lampegan: Catatan Perjalanan Letnan HCC Clockener Brousson is republished from patas.id | PATAS IDea Creative

COMMENTS

Nama

berita,1,hosting,1,kuliner,1,Patas.ID,719,patas.id | PATAS IDea Creative,160,promosi,1,server,1,wisata,1,
ltr
item
Blog patas id: Sejarah Lampegan: Catatan Perjalanan Letnan HCC Clockener Brousson
Sejarah Lampegan: Catatan Perjalanan Letnan HCC Clockener Brousson
Blog patas id
http://blog.patas.id/2017/07/sejarah-lampegan-catatan-perjalanan.html
http://blog.patas.id/
http://blog.patas.id/
http://blog.patas.id/2017/07/sejarah-lampegan-catatan-perjalanan.html
true
6937857990846384581
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy