Belasan TKI Cianjur Kena Razia E-kad di Malaysia

CIANJUR, patas.id – ‎Para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) asal Cianjur di Malaysia mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk meringankan biay...

CIANJUR, patas.id – ‎Para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) asal Cianjur di Malaysia mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk meringankan biaya Enforcement Card atau e-kad, menindak agensi TKI ilegal, dan menyediakan lapangan kerja di daerah.

Petugas Imigrasi Malaysia saat ini tengah melaksanakan razia besar-besaran di semua negara bagian Malaysia. Dari keterangan ada lebih 658 orang warga Indonesia yang tertangkap serta diketahui tak memiliki e-kad dan terancam kurungan tiga sampai dengan enam bulan.‎ Sebanyak 13 orang lebih tenaga kerja Indonesia warga Kabupaten Cianjur ikut terjaring razia e-kad.

Salah seorang mantan TKI berinisial MAI menjelaskan bahwa biaya pembuatan kartu identitas bagi para TKI di Malaysia itu cukup mahal. Selain itu, banyak pula agensi yang abal-abal sehingga banyak penipuan untuk pembuatan e-kad.

“Biaya yang diungkapkan dalam berbagai pemberitaan hanya 400 ringgit, tapi biaya yang harus kami bayar mencapai 928 ringgit beserta dendanya. Kemudian, banyaknya penipuan yang mengatasnamakan agensi disana membuat kami merasa kapok dan takut.”

MAI mengungkapkan, banyak TKI yangkabur dan bersembunyi di hutan karena jika tertangkap, para TKI akan mengikuti persidangan selama 14 hari dan dikenakan denda 10 ribu ringgit. Namun, jika tidak membayar akan dipenjara 3 sampai 6 bukan.

“Kami bersembunyi karena takut tertangkap operasi. Andai tertangkap, siapa yang akan memberi makan keluarga kami? Selain itu juga mendapat hukuman sabat (cambukan) serta digantung dengan tangan diikat.”

Menurutnya MAI, sebelumnya pihak KBRI telah memberikan imbauan agar para TKI pulang secara sukarela. Akan tetapi pihak KBRI sendiri mempersulit kepulangan para TKI bahkan hampir tidak bisa berbuat apa-apa terhadap para TKI.

“Para TKI harus bekerja sendiri dan mencari solusi sendiri demi keselamatan. Kami rasa pihak KBRI di sana kurang membantu dari segi apapun.”

MAI menambahkan, dengan berangkat sendiri (secara ilegal, red), tidak ada potongan dari agensi yang memberangkatkannya. Berbeda dengan melalui agensi legal yang memotong upah kerjanya terlalu besar, yakni mencapai 5500 ringgit.

“Dengan potongan sangat besar jadi para TKI memilih untuk berangkat sendiri. Susahnya mendapat kerja di Indonesia menjadi pilihan kami menjadi TKI meski resikonya sangat besar dan taruhannya nyawa.”

MAI berharap pemerintah memberikan lapangan kerja sehingga tidak perlu untuk merantau lagi. “Kami juga ingin bekerja daerah sendiri, tapi lapangan pekerjaannya terbatas. Apalagi bagi kami yang pendidikannya rendah,” keluhnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaharuan, Hendri Prayoga, mengatakan bahwa pihaknya telah mengunjungi wilayah Johor dan Kuala Lumpur akhir pekan lalu. Selama 14 hari kerja, para tenaga kerja akan menempuh proses persidangan. Ia mengatakan saat ini sedang mengupayakan advokasi agar para tenaga kerja yang berasal dari Kabupaten Cianjur bisa dipulangkan.

“Kemarin saya mengunjungi beberapa tempat dan mendapatkan fakta bahwa ada belasan warga Cianjur yang ikut terjaring razia besar-besaran di Malaysia.”

Hendri menjelaskan, masih banyak warga Indonesia yang saat ini memilih untuk bersembunyi dan melihat situasi setelah razia besar-besaran. Dari informasi yang dihimpun Hendri, mereka yang bersembunyi kebanyakan memilih kawasan kebun sawit karena dinilai aman untuk sementara.

“Keterangan itu saya dapat dari kawan-kawan di sana, kebanyakan enggan pulang ke Indonesia karena takut tak mendapat pekerjaan.”

Dia menuturkan, pihaknya akan kembali mengunjungi Malaysia pada 10 Agungtus 2017 mendatang untuk memantau sejauh mana perkembangan warga Cianjur.

“Pihak Malaysia sebelumnya sempat memberlakukan amnesti dan mengimbau kepada warga pendatang untuk membuat e-kad,” kata Hendri.

Ia berharap pemerintah Indonesia segera berkoordinasi dengan pemerintah Malaysia perihal ratusan warga yag terkena razia tersebut. Pasalnya setelah razia besar-besaran, imigrasi saat ini rutin memeriksa setiap tenaga kerja yang berasal dari luar.

“Banyak yang baru tertangkap juga, kebanyakan mereka yang saat ini menunggu persidangan,” katanya. (isl)

The post Belasan TKI Cianjur Kena Razia E-kad di Malaysia appeared first on patas.id | PATAS IDea Creative.



The post Belasan TKI Cianjur Kena Razia E-kad di Malaysia is republished from patas.id | PATAS IDea Creative

COMMENTS

Nama

berita,1,hosting,1,kuliner,1,Patas.ID,711,patas.id | PATAS IDea Creative,160,promosi,1,server,1,wisata,1,
ltr
item
Blog patas id: Belasan TKI Cianjur Kena Razia E-kad di Malaysia
Belasan TKI Cianjur Kena Razia E-kad di Malaysia
Blog patas id
http://blog.patas.id/2017/07/belasan-tki-cianjur-kena-razia-e-kad-di.html
http://blog.patas.id/
http://blog.patas.id/
http://blog.patas.id/2017/07/belasan-tki-cianjur-kena-razia-e-kad-di.html
true
6937857990846384581
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy