Mengenal Richter, Orang yang Sering Disebut-sebut Dalam Peristiwa Gempa

PATAS.ID – Setiap terjadi peristiwa gempa, nama Richter pasti disebut-sebut untuk menyatakan skala atau besar guncangan gempa. Siapa sesung...

PATAS.ID – Setiap terjadi peristiwa gempa, nama Richter pasti disebut-sebut untuk menyatakan skala atau besar guncangan gempa. Siapa sesungguhnya Richter?

Dilahirkan pada 26 April 1900 di Ohio, Charles Francis Richter  adalah seorang seismolog dan ahli fisika asal Amerika Serikat yang memiliki darah Jerman. Setelah lulus dari Los Angeles High School, Richter kuliah di Universitas Stanford dan mendapat gelar sarjana pada tahun 1920. Pada 1928, Richter yang tengah menyelesaikan program PhD dalam bidang teori fisika di Institut Teknologi California tiba-tiba ditawari kerja sebagai asisten riset di Institut Carnegie. Di situlah Richter berkenalan dan kemudian berkolaborasi dengan Beno Gutenberg.

Pada saat itu, Laboratorium Seismologi di Institut Teknologi California tengah gencar mempublikasikan laporan mengenai gempa di wilayah utara California. Mereka membutuhkan sistem yang bisa dipakai untuk mengukur kekuatan gempa bumi secara akurat.

Kolaborasi Riset Pengukuran Gempa

Pada saat itu, satu-satunya preosedur yang dipakai untuk mengukur gempa adalah sistem yang diperkenalkan oleh Kiyoo Wadati (1902-1995), seorang seismolog yang bekerja di Pusat Observasi Meteorologi Jepang. Dalam wawancaranya dengan  Earthquake Information Bulletin pada tahun 1980, Richter mengakui awalnya dia mengikuti prosedur Wadati namun menganggapnya kurang sempurna.

“Aku menemukan sebuah makalah yang ditulis oleh Professor K. Wadati dari Jepang yang ditulis tahun 1928, dimana dia mengukur besarnya gempa dengan membandingkan getaran maksimum dengan jarak dari pusat gempa. Aku mencoba prosedur yang sama di stasiun kami, namun rentang antara skala terbesar dan terkecilnya sangat jauh. Dr. Beno Gutenberg kemudian menyarankan agar penghitungannya dibuat memakai mertode logaritma.”

Richter kemudian berkolaborasi dengan Beno Gutenberg untuk membuat sistem pengukur intensitas atau skala gempa secara akurat. Awalnya, nilai skala yang dibuat oleh mereka dihitung berdasar unit, namun kemudian diubah menjadi berdasar angka desimal. Hasil riset tersebut kemudian dipublikasikan pada tahun 1935 dan langsung dipakai oleh seismolog di Amerika.

Kontribusi Beno Gutenberg dalam riset pengukur gempa ini sangat penting. Setelah publikasi pertama, keduanya kemudian mempublikasikan makalah berjudul “Seismicity of the Earth” pada tahun 1941 dan setelah beberapa revisi, makalah tersebut dipublikasikan kembali tahun 1954. Namun, karena Gutenberg sering menghindar dari wawancara dan diskusi, skala yang mereka buat lebih dikenal dengan nama Skala Richter.

Pada tahun 1971, setelah terjadi gempa besar di San Fernando, Amerika Serikat, Dewan Kota San Fernando menyebutkan bahwa Skala Richter telah membantu mencegah banyak kematian. Sejak saat itu, Skala Richter  secara umum dipakai di seluruh dunia untuk mengukur potensi bahaya gempa.

Skala Richter dan Potensi Bahaya

Berikut ini adalah dampak dan potensi bahaya gempa bumi berdasar US Geological Survey. Intensitas dan potensi bahaya ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga karena kerusakan tergantung jarak dengan pusat gempa: semakin jauh dari pusat gempa, maka dampak kerusakannya semakin kecil. Selain itu, potensi bahaya juga harus dilihat dari kedalaman serta lokasi gempa, serta kondisi alam lainnya.

  • 1,0-1,9 Skala Richter (SR), disebut gempa mikro, jarang sekali terasa oleh manusia namun terekam oleh seismograf (alat pengukur gempa). Gempa mikro terjadi secara terus menerus, berjuta-juta kali dalam setahun di seluruh dunia.
  • 2,0-2,9 SR, disebut gempa minor, kadang terasa oleh manusia, tak membahayakan bangunan. Gempa semacam ini terjadi lebih dari satu juta kali per tahun di seluruh dunia.
  • 3,0-3,9 SR, juga disebut gempa minor, seringkali terasa oleh manusia karena benda-benda dalam rumah bisa terlihat bergetar. Gempa ini terjadi lebih dari 100 ribu kali dalam setahun di seluruh dunia.
  • 4,0-4,9 SR, disebut gempa ringan, dapat dirasakan manusia yang dekat dengan pusat gempa karena benda-benda dalam rumah terlihat bergetar atau jatuh dan mengeluarkan suara. Gempa ini terjadi sebanyak 10 ribu-15 ribu kali dalam setahun di seluruh dunia.
  • 5,0-5,9 SR, disebut gempa sedang, dapat dirasakan oleh semua orang, bisa mengakibatkan kerusakan pada bangunan yang rapuh di wilayah dekat pusat gempa. Gempa ini terjadi sebanyak 1.000-1.500 kali dalam setahun di seluruh dunia.
  • 6,0-6,9 SR, disebut gempa kuat, bisa mengakibatkan kerusakan bangunan di wilayah berpenduduk padat. Bangunan tahan gempa hanya mengalami kerusakan kecil. Bangunan yang rapuh bisa mengalami kerusakan sedang hingga parah. Getaran gempa bisa terasa hingga ratusan kilometer dari pusat gempa. Gempa ini terjadi sebanyak 100-150 kali dalam setahun di seluruh dunia.
  • 7,0-7,9 SR, disebut gempa mayor, mengakibatkan kerusakan bahkan keruntuhan pada bangunan-bangunan. Bangunan yang dirancang tahan gempa akan mengalami sedikit kerusakan. Getaran gempa bisa terasa hingga lebih dari 250 kilometer dari pusat gempa. Gempa semacam ini terjadi sebanyak 10-20 kali dalam setahun di seluruh dunia.
  • 8,0-8,9 SR, disebut gempa hebat, bangunan-bangunan biasa akan rusak dan hancur. Bangunan tahan gempa mengalami kerusakan sedang hingga parah. Dampak gempa terasa di wilayah lain dalam skala yang sangat luas. Gempa hebat ini biasanya terjadi sekali dalam setahun di seluruh dunia.
  • 9,0 SR ke atas, kehancuran total di wilayah yang dekat dengan pusat gempa. Bangunan tahan gempa pun akan ikut hancur. Guncangan dan kerusakan bisa dirasakan hingga wilayah yang sangat luas. Mengakibatkan perubahan permanen pada topografi atau bentuk tanah. Gempa ini terjadi sebanyak satu kali dalam 10-50 tahun di seluruh dunia. (cho)

The post Mengenal Richter, Orang yang Sering Disebut-sebut Dalam Peristiwa Gempa appeared first on patas.id | PATAS IDea Creative.



The post Mengenal Richter, Orang yang Sering Disebut-sebut Dalam Peristiwa Gempa is republished from patas.id | PATAS IDea Creative

COMMENTS

Nama

berita,1,hosting,1,kuliner,1,Patas.ID,717,patas.id | PATAS IDea Creative,160,promosi,1,server,1,wisata,1,
ltr
item
Blog patas id: Mengenal Richter, Orang yang Sering Disebut-sebut Dalam Peristiwa Gempa
Mengenal Richter, Orang yang Sering Disebut-sebut Dalam Peristiwa Gempa
http://ift.tt/2stb9zx
Blog patas id
http://blog.patas.id/2017/06/mengenal-richter-orang-yang-sering.html
http://blog.patas.id/
http://blog.patas.id/
http://blog.patas.id/2017/06/mengenal-richter-orang-yang-sering.html
true
6937857990846384581
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy